duniaupload.com
Upload file anda di duniaupload.com, Gratis Coy!
+ Reply to Thread
Page 1 of 2
1 2 LastLast
Results 1 to 10 of 15

Thread: Perang Diponegoro, Tahun 1825 - 1830

  1. #1
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    semarang
    Posts
    526
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default Perang Diponegoro, Tahun 1825 - 1830

    Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Qorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.

    Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa.

    Latar belakang

    Setelah kekalahannya dalam Perang Napoleon di Eropa, pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan kas mereka dengan memberlakukan berbagai pajak di wilayah jajahannya, termasuk di Hindia Belanda. Selain itu, mereka juga melakukan monopoli usaha dan perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Pajak-pajak dan praktek monopoli tersebut amat mencekik rakyat Indonesia yang ketika itu sudah sangat menderita.

    Untuk semakin memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya, Belanda mulai berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, salah satu di antaranya adalah Kerajaan Yogyakarta. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat, kemenakannya, Sultan Hamengku Buwono V yang baru berusia 3 tahun, diangkat menjadi penguasa. Akan tetapi pada prakteknya, pemerintahan kerajaan dilaksanakan oleh Patih Danuredjo, seseorang yang mudah dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. Belanda dianggap mengangkat seseorang yang tidak sesuai dengan pilihan/adat keraton.

    Pada pertengahan bulan Mei 1825, pemerintah Belanda yang awalnya memerintahkan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang lewat Muntilan, mengubah rencananya dan membelokan jalan itu melewati Tegalrejo. Rupanya di salah satu sektor, Belanda tepat melintasi makam dari leluhur Pangeran Diponegoro. Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro marah luar biasa, dan memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda. Beliau kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencabut patok-patok yang melewati makam tersebut.

    Belanda yang mempunyai alasan untuk menangkap Pangeran Diponegoro karena dinilai telah memberontak, pada 20 Juli 1825 mengepung kediaman beliau. Terdesak, Pangeran beserta keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri menuju barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo, dan meneruskan ke arah selatan hingga tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul. Sementara itu, Belanda —yang tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro— membakar habis kediaman Pangeran.

    Pangeran Diponegoro kemudian menjadikan Goa Selarong, sebuah goa yang terletak di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul, sebagai basisnya. Pangeran menempati goa sebelah Barat yang disebut Goa Kakung, yang juga menjadi tempat pertapaan beliau. Sedangkan Raden Ayu Retnaningsih (selir yang paling setia menemani Pangeran setelah dua istrinya wafat) dan pengiringnya menempati Goa Putri di sebelah Timur.

    Setelah penyerangan itu, dimulailah sebuah perang besar yang akan berlangsung 5 tahun lamanya. Di bawah kepemimpinan Diponegoro, rakyat pribumi bersatu dalam semangat "Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati"; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Selama perang, sebanyak 15 dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.

    Jalannya perang

    Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infantri, kavaleri dan artileri —yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal— di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula sebaliknya. Jalur-jalur Iogistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan berkencamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. Informasi mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi.

    Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai "senjata" tak terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan usaha usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan sebagainya merupakan "musuh yang tak tampak" melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando pangeran Diponegoro. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.

    Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare), maupun metoda perang gerilya (geurilia warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan. ini bukan sebuah tribal war atau perang suku. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktekkan. perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan kegiatan telik sandi (spionase) dimana kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.

    Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.

    Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya.

    ----

    Notes :
    Pangeran Diponegoro .... he is always my hero since my childhood
    Rasanya kalau lihat patung pangeran diponegoro ... jadi terbayang semua keberanian, taktik perang dan kegagahannya dalam pertempuran.

    Sekarang apakah TNI kita segagah Pangeran Diponegoro .... ?
    Apakah Presiden kita seberani Pangeran Diponegoro ... ?


    Belum ada Pangeran Diponegoro baru di antara kita ......
    Last edited by W 1 RO; 29-03-2008 at 09:45 PM.

  2. #2
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Indonesia
    Posts
    30
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    Mungkin jendral sudirman juga nggak kalah hebattnya dengan pangeran diponegoro.

  3. #3
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    104
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    wah hebat bro memang patut kita tiru semangat mereka

  4. #4
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    ...sky...watching...
    Posts
    1.226
    Thanks
    118
    Thanked 67 in 63 Posts
    Rep Power
    4

    Default

    semua hebat,,, berjuang demi keyakinannya tanpa pamrih

    if you like it, download it. if you want it, any host will do. if you love it, buy it.

  5. #5
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    semarang
    Posts
    526
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by juku View Post
    semua hebat,,, berjuang demi keyakinannya tanpa pamrih
    ya itulah pejuang2 jadul tapi klo sekarang klo ga ada pamrihnya ga mau berjuang. intinya berjuang demi perutnya sendiri

  6. #6
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    47
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by W 1 RO View Post
    ya itulah pejuang2 jadul tapi klo sekarang klo ga ada pamrihnya ga mau berjuang. intinya berjuang demi perutnya sendiri
    tul bro ... cthnya , UU ITE.... kalo gk ada uang 30 triliun, gk kan cpet disahkan .... ladang korupsi bro ...

  7. #7
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Markas Goggle V
    Posts
    230
    Thanks
    7
    Thanked 2 Times in 1 Post
    Rep Power
    0

    Default

    Good post bro, Sejarah bikin nambah wawasan

  8. #8
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    35
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    uda ada kok , Jendral A Yani, Pak Harto dan omar dani

  9. #9
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    Indonesia Tanah Air-ku
    Posts
    445
    Thanks
    0
    Thanked 5 in 4 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    Sama2 Pahlawan yang berjuang demi bangsa Indonesia.............

  10. #10
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    semarang
    Posts
    526
    Thanks
    0
    Thanked 0 in 0 Posts
    Rep Power
    0

    Default

    Quote Originally Posted by roy tug View Post
    uda ada kok , Jendral A Yani, Pak Harto dan omar dani
    Pak Harto????? berani apaan. yang ada malah menumpuk uang rakyat.
    Sorrry bro mod bukan maksud gw ngejunk... emosi aja dengan kata2 pak harto

+ Reply to Thread

Similar Threads

  1. KRI Diponegoro Tinggalkan Indonesia Menuju Libanon
    By Gober222 in forum Liputan Berita
    Replies: 0
    Last Post: 04-04-2009, 05:05 AM
  2. Perang
    By kuontai in forum Humor | Jokes
    Replies: 7
    Last Post: 25-08-2008, 07:39 PM
  3. Tujuh Penjahat Perang Dihukum 284 Tahun Penjara
    By haryo sabri in forum Liputan Berita
    Replies: 1
    Last Post: 15-08-2008, 05:14 AM
  4. Replies: 9
    Last Post: 09-06-2008, 12:20 PM
  5. Replies: 9
    Last Post: 21-04-2008, 07:09 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts