Tidak lama lagi, jalanan di Eropa akan dihiasi pohon-pohon surya yang memasok sumber energi untuk lampu penerang jalan.
Uji coba di pusat kota Vienna, Austria berhasil dengan baik. Pohon-pohon surya tersebut mampu memasok cukup energi bagi penerangan jalan sepanjang malam, bahkan ketika matahari tidak muncul karena cuaca mendung selama empat hari berturut-turut.
“Solar sel yang dipasang pada pohon surya mampu menyimpan cukup listrik selama empat hari, sehingga ketika mendung berturut-turut selama empat hari sistem masih dapat bekerja dengan baik. Dari hasil uji coba tersebut, sistem pohon surya tebukti mampu menjadi alternatif penerang jalan”, kata Christina Werner dari Cultural Project Management.
Menurutnya, saat ini kota Vienna sedang mempertimbangkan memasang lebih banyak lagi pohon surya di jalan-jalan kota itu. Dia meyakini, ke depannya tidak hanya Vienna, tetapi kota-kota lain di Eropa akan menggunakan pohon surya sebagai sumber energi terbarukan untuk penerangan jalan.
Penggunaan pohon surya dapat menurunkan emisi karbon dan juga menurunkan biaya listrik pemerintah kota. Lampu penerang jalan mengkonsumsi sekitar 10 persen dari keseluruhan listrik yang digunakan di Eropa. Pada tahun 2006 konsumsi listrik lampu jalan mencapai 2.000 milyar kWh dan menghasilkan emisi karbon sebesar 2.900 juta ton dalam setahun.
Untuk pohon surya, tiap cabang dari pohon surya didekorasi dengan 10 buah lampu yang masing-masingnya dipasok listrik dari 36 solar sel.
Pohon surya ini didesain oleh Ross Lovegrove, seorang desainer Inggris. Menurutnya, pohon surya hasil rancangannya tidak hanya efisien tetapi juga atraktif. Sebuah perusahaan Italia yang secara khusus mendesain sistem lampu, Artemide, bekerja sama dengan produsen solar sel terbesar dunia dari Jerman, Sharp Solar, berhasil mewujudkan rancangan Ross ini.
pohon-surya1.jpg



Reply With Quote