Dicari, Direktur Persebaya
SURABAYA - Perjalanan Persebaya Surabaya menuju klub profesional dimulai hari ini (21/7). Setelah resmi membentuk PT Persebaya Indonesia, manajemen Persebaya akan memasang iklan di media untuk mencari figur yang tepat untuk mengisi empat pos direktur.
Keempat jabatan tersebut adalah direktur utama (Dirut), direktur pengelolaan klub, direktur pengembangan usaha, serta direktur keuangan dan administrasi. Lowongan keempat jabatan itu dibuka mulai hari ini hingga 31 Juli.
Akhmad Munir, ketua tim tujuh, tim yang bertugas merumuskan badan hukum Persebaya, mengatakan, lowongan tersebut sengaja dibuka dalam waktu cukup lama. Itu dimaksudkan agar nanti banyak orang yang mengetahui lowongan yang dibuka PT Persebaya Surabaya tersebut.
"Kalau hanya sebentar, takutnya kurang sosialisasi," ucap Munir saat dihubungi Jawa Pos kemarin (20/7).
Seleksi ketat, lanjut dia, bakal diterapkan bagi mereka yang berkeinginan mengisi jabatan tersebut. Dia mengungkapkan, para pelamar itu akan diseleksi oleh tim khusus yang ditunjuk Persebaya.
Namun, sebelumnya, mereka juga harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan. "Syarat antara satu posisi dan posisi lain berbeda-beda. Syarat secara umum ada di lowongan yang kami iklankan," ungkap Munir.
"Kenapa berbeda? Sebab, memang nanti tugas serta tanggung jawab mereka berbeda-beda," tambah Munir.
Nah, mereka yang lolos seleksi juga harus bekerja layaknya seorang profesional. Mereka dituntut untuk memajukan PT Persebaya Indonesia dari segi keuntungan. Karena itu, para pekerja tersebut akan digaji layaknya seorang yang bekerja di perusahaan.
Namun, Munir menambahkan, masalah gaji juga akan dipertimbangkan oleh manajemen. PT Persebaya merupakan perusahaan baru. Tentu sangat sulit menggaji sebesar di perusahaan lain untuk posisi yang sama.
''Karena itu, kami membutuhkan orang yang mempunyai komitmen tinggi untuk memajukan Persebaya," jelasnya.
Kenapa tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang di Persebaya? Munir menjelaskan, itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat Surabaya.
''Kami tidak ingin dianggap pilih kasih. Siapa tahu ada pihak yang lebih berkompeten. Selain itu, hal tersebut bertujuan agar masyarakat Surabaya semakin merasa memiliki Persebaya," tegas Munir.
Sumber : Jawa Pos