Hadapi Selandia Baru, Timnas Matangkan Pola 4-4-2
JAKARTA, RABU-Tim nasional Indonesia akan mematangkan pola permainan 4-4-2 sekaligus mempertajam serangan saat menghadapi Selandia Baru dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/7).
Pelatih Benny Dollo tampak menerapkan pola yang mengandalkan serangan dari kedua sisi sayap itu dalam sesi latihan selama satu setengah jam di Stadion Utama GBK. "Saya akan memasang dua penyerang dan menggunakan pola 4-4-2 saat menghadapi Selandia Baru nanti," ujar pelatih yang akrab disapa Bendol.
Ia berharap para pemain yang telah dipilihnya untuk mengenakan seragam Merah-Putih itu tampil bersemangat dan mengeluarkan segenap kemampuan mereka meskipun laga nanti hanya bertajuk persahabatan. "Mereka harus menampilkan semangat juang yang sama seperti saat membela klub masing-masing di Liga Super. Mereka harus membuktikan ’harga’ mereka sebagai seorang pemain tim nasional," tegas Bendol.
Wajar bila sang pelatih yang menangani tim senior Indonesia sejak awal tahun ini itu meminta Ponaryo Astaman tampil lebih bersemangat dan tajam. Dalam empat laga persahabatan sebelumnya --melawan Bayern Munich, Yaman, Malaysia dan Vietnam--, para punggawa timnas tampil kurang "greget".
Mereka hanya mampu mencetak empat gol, dua di antaranya dari titik penalti dan keempatnya dicetak oleh striker Bambang Pamungkas, dan kebobolan enam kali dalam empat laga persahabatan sebelumnya itu. Kali ini mereka akan menghadapi Selandia Baru, tim yang dikalahkan 0-2 oleh Persikota Tangerang pada Minggu (20/7). Sehingga ekspektasi para pecinta sepak bola Indonesia akan terjadinya banyak gol ke gawang tim berjuluk "All Whites" itu tentu cukup tinggi.
Namun Bendol menyatakan hasil pertandingan melawan Persikota itu tidak bisa dijadikan sebagai ukuran dari kualitas Selandia Baru. "Hasil itu tidak bisa kita ambil sebagai standar. Ketika melawan Persikota mereka baru tiba di Indonesia dan belum aklimatisasi dengan cuaca Indonesia yang panas ini. Tapi jelas kami akan berupaya maksimal terutama agar tim semakin matang menjelang Piala Kemerdekaan dan AFF nanti," imbuhnya.
Tunggu Ismed Sofyan
Dalam sesi latihan tersebut tidak tampak bek Persipura Jayapura Ricardo Salampessy dan Bendol menyatakan pemain tersebut cedera pergelangan kaki sehingga tidak bisa ikut dalam tim. "Dokter Persipura menginformasikan cedera tersebut dan saya menunggu kedatangan Ismed Sofyan (bek Persija Jakarta) untuk menggantikannya," papar Bendol.
Ia mengatakan pergantian tersebut tidak akan merusak harmoni tim karena Ismed adalah pemain yang kenyang pengalaman di timnas. "Dia kan bukan orang baru di timnas. Saya tadi sudah menghubungi Danurwindo dan semoga Ismed bisa ikut berlatih besok (Rabu, 23/7)," tambahnya.
Sebelumnya timnas juga telah kehilangan kiper Ferry Rotinsulu yang cedera punggung, bek Christian Warobay (ligamen) dan Isnan Ali yang tengah menjalani hukuman larangan bertanding dari Komisi Disiplin PSSI. Ketua Komdis Hinca Panjaitan menyatakan Isnan hanya dilarang tampil tiga kali tapi ia masih bisa memperkuat timnas. Namun Bendol menyatakan rapat manajemen telah memutuskan untuk tidak menyertakan Isnan dalam tim kali ini.
Sumber : kompas